Sebelumnya :
Fairy Tail Chapter 317
"Sebelah sini!!" Lucy MD memimpin pelarian Natsu dan yang lainnya.
"Bagaimana kau bisa tahu jalannya?" tanya Natsu sambil berlari. "Aku
tahu karena setidaknya aku tak ingin tertangkap lagi oleh pasukan
kerajaan." ucap Lucy MD. Sebelumnya ia sudah pernah tertangkap. Jadi, ia
hanya harus menempuh jalan yang tidak ia lalui sebelumnya.
"Begitu ya ..." ucap Lily. "Jadi dia menelusuri lantai bawah tanahnya?"
ucap Happy. "Kita harus segera keluar dari sini, untuk memberi sinyal
pada yang lainnya." ucap Mira. "Ya, mereka pasti mengkhawatirkan kita."
ucap Wendy.
Setelahnya, langkah mereka tiba-tiba saja terhenti. Secara mengejutkan,
terdapat pasukan kerajaan di depan mereka. "Kita menemukan tahanan yang
ingin meloloskan diri!! Tangkap mereka!!" teriak orang-orang itu.
"Pasukan kerajaan!!?" Lucy MD benar-benar kaget dan tidak menyangka.
"Aku benar-benar tak menyangka mereka juga berjaga disini." ucapnya.
"Jangan khawatir, mereka tak akan bisa menangkap kita selama kita
memiliki kekuatan sihir." ucap Natsu, ia bersiap untuk bertarung. "Tepat
sekali." ucap Loki, yang kelihatannya juga sudah siap untuk bertarung.
"Anu ..." Wendy hendak memberitahukan kalau ...

"Arcadios-san mengilang!!"
"Apa!?" mereka kaget.
"Yukino juga tidak ada."
"Kenapa mereka pergi tidak bilang-bilang?"
Mereka bingung, Lucy MD tak mengatakan apapun. Sementara itu, para pasukan kerajaan terus mendekat untuk menangkap mereka.
"Aku tak peduli tentang itu, tapi aku tak bisa meninggalkan Yukino
sendiri, aku akan kembali." Mira kembali. "Mira-san!! Kita harus tetap
bersama!!" ucap Lucy. Namun, Mirajane tetap pergi. "Semuanya,
berhati-hatilah, aku serahkan yang di sini pada kalian." ucapnya sebelum
benar-benar pergi.
"Baiklah, kita akan menyelesaikan masalah yang ada di sini." ucap Natsu.
"Yah!" ucap Loki juga. "Kami akan membereskan mereka!!" Natsu dan
Lokipun menghajar para pasukan kerajaan itu.
"Mira-san ..." pikir khawatir Wendy.
"Yukino ..." pikir khawatir Lucy.
"Aku benar-benar khawatir, apa yang harus kulakukan!?" pikir bingung Charla.
Sementara itu di tempat mereka, Gajeel dan Rogue, Rogue masih tampak
bingung dengan keadaannya. "Hei, ada apa denganmu sekarang?" tanya
Gajeel. Sementara itu, bayangan Rogue terus memberi pengaruh buruk
padanya, "Bunuh Gajeel ... Itu adalah ... Takdir dari diriku." ucap
bayangan itu.
"Uukhhh ..." Rogue memegangi kepalanya, seperti kesakitan. "Tenanglah."
ucap Gajeel, mencoba untuk menenangkan. Sementara itu, bayangannya terus
membujuk, "Aku akan meminjamimu kekuatanku ..."
"Aaaaarghh!!!!" Gajeel mendadak menyerang Gajeel dengan tebasan bayangan hingga Gajeel terhempas.

Dari bangku menonton, mereka yang menyaksikan kejadian tadi melalui
Lacrima terkejut. "Gajeel!?" Levy khawatir. "Apa yang sebenarnya
terjadi!?" Cana tidak mengerti.
"Apa yang terjadi? Tiba-tiba Rogue menjadi liar!" ucap komentator.
"Mungkin saja Gajeel-kun mengatakan sesuatu padanya?" ucap Yajima.
"Mari kita saksikan!!" ucap si pumpkin.
"Kau ..." Gajeel berdiri kembali.
"Kukuku ... Aku akan meminjamimu beberapa kekuatanku, Rogue."
bayangannya tampak seperti telah menguasai tubuh Rogue. "Siapa ...
kau!?" Gajeel menyadari kalau itu bukanlah Rogue yang tadi lagi.

"Bayangan ... Bayangan yang mengendalikan takdir." ucap Rogue, Rogue
yang telah dikendalikan oleh bayangannya sendiri itu. "Apa yang kau
katakan, hah!?"
Buakkk!!!! Belum selesai melanjutkan kata-katanya, Gajeel kembali
diserang hingga terpental. Tapi kemudian, ia kembali berdiri. "Aku tak
mengerti apa yang terjadi, tapi sepertinya kau ingin bertarung sampai
akhir. Menarik ..." ucap Gajeel.
Setelahnya Gajeel menyerang dengan tombak besi dari tangannya. Namun,
tubuh Rogue beruah menjadi bayangan, yang kemudian menyelimuti tombak
itu, dan balik menyerang Gajeel. "Gyaaah!!!" Gajeel kembali terhempas.
"Gajeel!!" teriak Levy khawatir.
Di sisi lain, Fro terdiam saat melihat aksi Rogue. Ia memperhatikan, dan
kemudian bertanya, "Dia ... siapa?" bahkan kucing katak itu sudah tidak
mengenali lagi Rogue yang sekarang, Rogue yang selama ini menjadi teman
baiknya.

"Hah, kemana ia pergi!?" Gajeel terbangun dan Rogue tak terlihat ada
dimana-mana. Sampai kemudian, "Di sini!!" Rogue muncul dari bayangan
Gajeel, dan kemudian kembali memukulnya. "Akhhh!!!"
"Itu ..."
"Dia dikendalikan oleh sesuatu." ucap master pertama.
"Sihir jahat yang belum pernah kulihat sebelumnya."
"Ukhh ..." Gajeel kesakitan. "Huh, seperti yang kukira, kau tak sekuat
Natsu Dragneel." ucap Rogue. "Sial .." ucap Gajeel kesal. "Yah, meskipun
sekarang, bahkan Natsupun bukan tandinganku." ucap Rogue.
Di sisi Jellal dan dua temannya, mereka mampu merasakan kekuatan itu.
"Kekuatan sihir ini ... Tidak salah lagi!!" ucap Ultear dan Meldy.
"Kekuatannya datang dari kota." ucap Ultear. "Tetaplah tenang." ucap
Jellal. "Lucy MD telah terlibat dalam pertarungan. Selama Natsu dan yang
lainnya bersama dengan dia, kita tak perlu khawatir."
Di tempatnya, Natsu dan yang lainnya masih berhadapan dengan pasukan
kerajaan. "Mereka masih bocah, tapi benar-benar kuat." ucap salah
seorang pasukan. "Cepat panggil unit anti sihir, jangan biarkan mereka
lewat!!" ucap yang lain, sebelum tiba-tiba Natsu bergerak dan melempar
tubuhnya. "Gyaahhh!!!"
Pasukan bersenjata datang, dan tiba-tiba menembak Natsu dari belakang. "Natsu!!"
"Kerajaan juga memiliki unit pasukan sihir!?"
"Uuh, kalian membuatku terkejut." ucap Natsu. "Apa kalian pikir, kalian bisa menghadapi seorang spesialis?"
Kembali ke tempat pertarungan, Rogue telah mencekik dan mengangkat tubuh
Gajeel sekarang. "Kukuku, inikah Gajeel yang terkenal itu? Ini terlalu
mudah." ucap Rogue.

"Kumoh, hentikan!! Bisa-bisa dia mati!!" teriak Levy dari kursi penonton.
Sementara itu, Fro sudah tidak tampak lagi di posisinya. Ia sudah pergi,
berjalan menuju tempat Rogue berada sekarang. "Fro harus pergi, aku
harus membawa Rogue kembali!!" ucapnya.
Kembali ke pertarungan, Rogue menjatuhkan dan menyelimuti tubuh Gajeel
dengan bayangan. "Bayangan itu akan mengikis tubuhnya, dan kemudian kau
akan menghilang untuk selamanya. Tidurlah, tidurlah dalam kegelapan
untuk selama-lamanya ..."
"Ehe .." tiba-tiba Gajeel tertawa kecil. "Kalau Salamander bisa melakukannya, maka aku juga bisa."
"Ng?"
Srppppppp, Gajel menghisap bayangan itu, memakannya.
"A-apa yang kau .."
"Heheheh ..." Gajeel benar-benar memakan bayangan tersebut. "Ti-tidak mungkin!?"
"Dia memakan ... bayangannya!?" para penonton kaget.
"Aku tak tahu kau siapa, tapi keluarlah dari tubuhnya." ucap Gajeel,
yang tubuhnya telah berselimut kekuatan bayangan. "Tubuh Rogue?"
"Juga, namanya bukan Rogue." ucap Gajeel, "Dia adalah Raios, dan
merupakan muridku. Kau tidak menghormatiku lagi, aku akan membantumu
mengingatnya ... rasa takut itu ..."
Gajeel telah menjadi naga besi berselimut kekuatan bayangan.